Sariawan

[stm_post_info]

Sariawan adalah infeksi pada lapisan mulut yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Sariawan merupakan salah satu permasalahan mulut yang sering dialami oleh banyak orang.

Penyakit yang juga disebut candidosis atau candidiasis ini memang tidak menular, namun sangat mengganggu. Sariawan ditandai dengan lesi berwana putih. Kondisi ini bisa menyerang segala usia dan biasanya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menurun, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau memiliki kondisi kesehatan yang khusus.

Gejala-gejala Sariawan

Beberapa gejala sariawan yang kerap muncul adalah:

  • Luka berwarna putih yang biasa muncul di lidah atau dinding mulut.
  • Sensasi terbakar pada mulut.
  • Luka yang cukup parah hingga menyebabkan sulit makan atau menelan.
  • Rasa tidak nyaman di dalam mulut.

Penyebab dan Faktor Pemicu Sariawan

Penyebab sariawan adalah jamur Candida albicans. Jamur ini biasanya memang berada di dalam mulut, tapi dalam jumlah kecil. Peningkatan jumlah Candida albicans yang signifikan mengakibatkan sariawan. Beberapa faktor pemicunya adalah:

  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik atau kortikosteroid.
  • Penggunaan gigi palsu.
  • Menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk mengatasi kanker.
  • Merokok.

Langkah Pengobatan Sariawan

Penanganan sariawan yang umumnya dilakukan adalah dengan obat-obatan anti-jamur. Obat ini biasanya dapat digunakan dalam bentuk gel, krim, obat kumur, serta tablet atau kapsul.

Langkah Pencegahan Sariawan

Sariawan dapat dicegah dengan langkah mudah. Di antaranya adalah dengan menjaga kebersihan mulut (misalnya rajin sikat gigi dan berkumur), menjaga kebersihan gigi palsu yang digunakan, serta berhenti merokok. Selain itu, merawat dan memeriksakan kondisi mulut serta gigi secara teratur ke dokter gigi juga dapat membantu menurunkan risiko munculnya sariawan.

Pada awalnya, gejala sariawan biasanya tidak langsung terasa, tapi berkembang secara perlahan-lahan. Sariawan dapat bertahan dalam hitungan hari, minggu, atau bahkan bulan. Sariawan juga bisa menyebabkan beberapa gejala yang sangat mengganggu, di antaranya:

  • Rasa tidak nyaman dalam mulut.
  • Luka berwarna putih yang biasa muncul di lidah atau dinding mulut.
  • Perdarahan ringan yang terjadi jika luka tersebut tergores.
  • Sensasi terbakar pada mulut.
  • Bagian dalam mulut dan tenggorokan memerah dan terasa perih sehingga sulit menelan saat makan.
  • Kulit di bagian sudut mulut pecah-pecah atau kemerahan (khususnya pada pengguna gigi palsu).
  • Demam saat sariawan menyebar hingga ke kerongkongan.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, jamur yang menyebabkan sariawan tersebut dapat menyebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paru, hati, dan kulit. Kendati demikian, hal ini lebih banyak terjadi pada penderita kanker, HIV, atau kondisi lain yang menyebabkan sistem kekebalan menurun.

Oleh karena itu, jika sariawan Anda terasa sakit dan tidak kunjung sembuh, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa mulut pasien dan menganjurkan tes darah untuk mengecek kemungkinan adanya penyakit lain yang menjadi penyebab sariawan tersebut.

Penyebab sariawan adalah jamur Candida albicans. Jamur ini biasanya memang berada di dalam mulut dalam jumlah kecil, tapi akan mengakibatkan sariawan jika pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Pertumbuhan jamur tidak terkendali tersebut disebabkan kegagalan sistem kekebalan tubuh mengusir mikroba yang buruk.

Beberapa kondisi yang memicu sariawan adalah:

  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pada penderita HIV atau pada orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama dan dosis tinggi, seta kortikosteroid untuk penderita asma.
  • Penggunaan gigi palsu dengan ukuran tidak pas atau yang tidak dibersihkan secara teratur.
  • Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan produksi air liur.
  • Memiliki penyakit atau kondisi kesehatan yang rentan mengalami sariawan, seperti HIV/AIDS, kanker, diabetes, atau infeksi
  • Perubahan hormon saat hamil.
  • Kekurangan gizi, misalnya vitamin B 12 atau zat besi.
  • Merokok.
  • Menjalani kemoterapi dan radioterapi.
  • Mulut kering karena penggunaan obat atau kondisi memiliki penyakit tertentu.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemerikaan lesi. Jika sariawan hanya terjadi di area mulut dan penderitanya tidak memiliki riwayat penyakit lain, hasil pemeriksaan cukup dilengkapi dengan melihat sampel di bawah mikroskop. Sedangkan bagi penderita yang dicurigai memiliki kondisi rentah mengalami sariawan, khususnya penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, maka perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan sumber penyebabnya.

Jika sariawan berada di saluran kerongkongan (esofagus), diagnosis perlu dibantu dengan tes kultur usap tenggorokan untuk menentukan jenis jamur yang menyebabkan sariawan. Selain itu, dilakukan juga uji endoskopi untuk memeriksa esofagus, perut dan bagian atas usus halus.

Tujuan utama dalam pengobatan sariawan adalah untuk menghambat perkembangan jamur. Penyakit ini biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan anti-jamur yang digunakan selama 1-2 minggu. Beberapa jenis obat anti-jamur yang biasanya dianjurkan adalah miconazole, nystatin, fluconazole, clotrimazole, serta econazole. Anda juga dapat menggunakan obat anti-jamur dalam bentuk gel, krim, obat kumur, dan tablet atau kapsul.

Semua obat pasti memiliki efek samping, termasuk obat anti-jamur. Beberapa efek sampingnya adalah diare, mual, sakit perut, gangguan pencernaan, dan sakit kepala.

Sedangkan bagi penderita sariawan yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik atau kortikosteroid, dokter biasanya akan menyarankan perubahan dosis atau metode pemakaian obat.

Kurangi kebiasaan merokok dan senantiasa jagalah kebersihan gigi dan mulut Anda. Langkah-langkah ini dapat mempercepat proses pemulihan sariawan.

Jika Anda memiliki kondisi tertentu hingga berisiko tinggi mengalami sariawan, dokter dapat menganjurkan obat anti jamur sebagai tindakan pencegahan.

Sariawan dapat dicegah dengan langkah-langkah mudah. Di antaranya:

  • Menjaga kebersihan mulut (misalnya, rajin sikat gigi dan berkumur).
  • Merawat dan memeriksakan kondisi mulut serta gigi secara teratur ke dokter gigi.
  • Mengatasi masalah kesehatan kronis (misalnya HIV atau diabetes) yang dapat mengganggu kesiembangan bakteri sehingga menimbulkan sariawan.
  • Membatasi penggunaan obat kumur atau parfum mulut agar tidak merusak keseimbangan jumlah bakteri normal dalam mulut.
  • Membatasi konsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi dan makanan yang mengandung ragi.
  • Merawat serta menjaga kebersihan gigi palsu yang digunakan dengan melepaskan gigi palsu setiap malam, membersihkannya, serta meredamnya di dalam campuran air dengan tablet pembersih gigi palsu. 
  • Berhenti merokok.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi secara teratur.

Khusus bagi penderita asma yang memakai obat kortikosteroid melalui inhaler, Anda dianjurkan untuk selalu berkumur setelah menggunakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *